Viral! Seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri ditangkap polisi karena terlibat judi online. Yang mengejutkan, uang yang ia gunakan untuk bermain ternyata berasal dari UKT (Uang Kuliah Tunggal) milik sendiri.

Alih-alih digunakan untuk membayar kuliah, uang jutaan rupiah itu justru habis untuk top up saldo situs judi slot online. Akibatnya, bukan cuma harus berurusan dengan hukum, masa depannya sebagai mahasiswa pun kini terancam.

Kisah ini menjadi peringatan keras bahwa kecanduan judi online tidak mengenal status atau latar belakang. Bahkan mahasiswa yang seharusnya fokus belajar pun bisa terjerumus.

1. Kronologi Kasus: Dari Coba-coba Jadi Ketagihan

Berdasarkan laporan kepolisian, mahasiswa berinisial F ini awalnya hanya “iseng” mencoba judi online dari link yang dibagikan di grup Telegram. Setelah beberapa kali menang kecil, ia mulai tergoda untuk memasukkan uang lebih banyak.

Namun ketika uang sakunya habis, ia nekat menggunakan uang UKT—yang sebenarnya disimpan untuk pembayaran semester.

  • Total top up mencapai lebih dari Rp 8 juta.

  • Ia bermain hampir setiap malam, mengorbankan waktu belajar dan relasi sosial.

  • Saat akhirnya kalah besar, ia mencoba meminjam uang dengan alasan bohong kepada teman dan keluarga.

Sayangnya, aktivitasnya terdeteksi oleh pihak kampus dan polisi setelah namanya masuk dalam daftar transaksi mencurigakan.

2. Reaksi Publik dan Pihak Kampus

Kasus ini langsung menuai perhatian luas di media sosial Ditangkap Gegara Judi Online dan kampus. Banyak netizen menyayangkan dan merasa prihatin:

  • “Sayang banget masa depan rusak karena slot.”

  • “Uang kuliah di subsidi negara, kok malah di pakai buat judi?”

  • “Semoga ini jadi pelajaran buat mahasiswa lain.”

Pihak kampus menyatakan bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan akan memberikan pendampingan psikologis dan konseling, namun tetap mengikuti proses hukum yang berlaku.

3. Pelajaran Penting: Jangan Remehkan Daya Rusak Judi Online

Menurut psikolog pendidikan, mahasiswa termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap godaan judi online karena:

  • Merasa butuh tambahan uang tapi belum punya penghasilan tetap.

  • Tergoda ajakan teman atau iklan viral.

  • Kurangnya edukasi soal risiko keuangan dan kecanduan digital.

Untuk mencegah kasus serupa, di perlukan:

  • Pendidikan literasi finansial dan digital di lingkungan kampus.

  • Pengawasan lebih ketat terhadap aktivitas promosi judi di media sosial mahasiswa.

  • Akses mudah ke layanan konseling dan pendampingan mental.

Akhir Kata : 

Kisah mahasiswa yang Ditangkap Gegara Judi Online terjerumus judi online dan menghabiskan uang UKT bukan hanya menyedihkan, tapi juga memperlihatkan betapa seriusnya ancaman di gital terhadap generasi muda.

Jangan sampai mimpi dan masa depan yang sudah di perjuangkan dengan susah payah… kandas hanya karena godaan cuan instan dari game yang merusak. 🎓📉🎰

Baca juga : Mengungkap Rahasia Joker123 Slot Gacor: Tips dan Trik Agar Menang Besar